Exec Mode

Router>

Router> ? #lalu enter

*Tanda Tanya diatas berfungsi untuk memunculkan perintah yang ada yg bisa kita gunakan*

Router> enable

Router#

Router# disable

Router>

Router> enable

Router# configure terminal

Router (config) # ?

Router (config) # end / ctrl + z untuk kembali ke awal

Konfigurasi Gateway dan DHCP Server

[admin@Mikrotik] > system identity set name=JAKARTA

[admin@JAKARTA] >

[admin@JAKARTA] > interface print

[admin@JAKARTA] > ip address add address=192.168.0.1 / 24 interface=ether1 disable=no

ATAU

[admin@JAKARTA] > ip address add address=192.168.0.1 / netmask = 255.255.255.0  interface=ether1 disable=no

[admin@JAKARTA] > ip address add address=10.0.0.2 / 24 interface=ether2 disable=no

ATAU

[admin@JAKARTA] > ip address add address=10.0.0.2 / netmask = 255.255.255.0  interface=ether1 disable=no

[admin@@JAKARTA] >ip address print.

[admin@@JAKARTA] > /ip route add gateway=192.168.0.254 –> gateway internet

[admin@@JAKARTA] > ip route print

Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,

C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf

# DST-ADDRESS PREF-SRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE

0 ADC 10.0.0.0/24 10.0.0.2 ether2

1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1

2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1

[admin@@JAKARTA] > ping 192.168.0.254 –> tes ping ke gateway

[admin@@JAKARTA] > ip dns set servers=8.8.8.8 allow-remote-request=no

[admin@@JAKARTA] > ip dns print –> cek konfigurasi dns

[admin@@JAKARTA] > ping google.com –> cek dns

[admin@@JAKARTA]> ip firewall nat add action=masquerade out-interface=ether1 chain:srcnat

[admin@@JAKARTA] >

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi MikroTik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang bisa didownload dari MikroTik.com atau dari server mikrotik kita.

Misal Ip address server mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.

DHCP SERVER

[admin@@JAKARTA] > /ip pool add name=dhcp-pool ranges=10.0.0.100-10.0.0.107

[admin@JAKARTA] > /ip dhcp-server network add address=10.0.0.0/24 gateway=10.0.0.2

Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 10.0.0.0/24 dan gatewaynya 10.0.0.2

[admin@JAKARTA] > /ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )

[admin@JAKARTA] > /ip dhcp-server enable 0 –> enable dhcp server

Use ” yum ” ; Konfigurasi, Install, Upgrade and Remove ” .rpm ” di CentOS 5.4

# yum install caching-nameserver

Konfigurasi

# vim /etc/yum.conf

# vim /etc/yum.repos.d/*.repo

# vim /etc/cache/yum/base/packages

INSTALL RPM

#  rpm -i namapaket.rpm

# rpm -ivh namapaket.rpm

UPGRADE

# rpm -Uvh namapaket.rpm

REMOVE

# rpm -e gftp

CEK  YANG SUDAH DIINSTALL

# rpm -qa | grep gftp (cek gftp apakah sudah terinstall atau belum)

 

Konfigurasi SQUID di CentOS 5.4

Konfigurasi :

        /etc/squid/squid.conf

 cari visible_hostname

/VISIBLE_HOSTNAME –> untuk mencari

lalu

PC46 tidak berpengaruh yang penting di visible_hostname harus diisi

Lalu cari INSERT

/INSERT

di squid pertama tentukan DEFINISI lalu dilanjutkan dengan IZIN

 acl jaringan src 192.168.1.0/24

 jaringan definisi access-list dimana 192.168.1.0/24 merupakan source dari access list

 

access list jaringan http_access deny

jadi jaringan yang berasal dari network 192.168.1.0 tidak bisa connect http

lalu keluar dan nyalakan service squid

#SERVICE SQUID START

restart squid

#SQUID -k RECONFIGURE

cek proxy di firefox

edit –> preferences –> advances –> network –> setting lalu isi proxy dengan ip komputer masing2 dan port 3128

Pesan Error

BLOK DETIK.COM

PERHATIKAN DETIK.COM

YANG ATAS WWW.DETIK.COM BISA CONNECT KALO YG BAWAH TIDAK

SEMOGA BERMANFAAT …

writer : Muhammad Edwin Hermawan

FILE SQUID DOWNLOAD

Normalisasi Basis Data

Istilah Normalisasi berasal dari E. F.Codd, salah seorang perintis teknologi basis data. Selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel 9relasi) dalam basis data (dengan tujuan utnuk mengurangi kemubaziran data) , normalisasi terkadang hanya diipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan oleh metodologi lain ( misalnya E-R). Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang fleksibel atau mengurangi keflekxibelan. Kroenke mendefinisikan normalisasi sbagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tida memiliki masalah tersebut. Masalah yang dimaksud olej kroenke ini sering disebut dengan istilah anomali. ( Pada beberapa literatur, istilah relasi yang digunakan pada bab ini terkadang digantikan dengan tabel. Istilah relasi digunakan pada bab ini dikarenakan definisi tentang normalisasi memang menggunakan istilah relasi).

Untuk lebih lengkapnya silahkan di download disini

LAN (Local Area Network)

LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.

Membuat Jaringan LAN menggunakan Packet Tracer :

Untuk membangun jaringan LAN kita membutuhkan minimal beberapa PC dan 1 alat untuk menyambunkan seluruh komputer yang biasa kita sebut dengan switch .

Buat Topologi seperti dibawah :

Kita diatas membangun topologi menggunakan 3 PC , 1 Laptop dan 1 printer. Jika kita sudah membanguntopologi langkah selanjutnya adalah mengatur IP disetiap komputer. Disini menggunakan IP statis dimana IP diatur secara manual. IP yang digunakan kelas C dengan network 192.168.1.0/24

IP untuk PC 0 :

IP untuk PC 1, PC 2, laptop dan printer kita atur seperti diatas. IP setiap komputer tidak boleh sama. Jika terdapat IP yang sama maka akan terjadi IP conflict (IP bertabrakan)

IP diatas menggunakan IP kelas C dimana IP kelas C 3 oktet terdepa menunjukan network dan oktet terakhir menunjukan host.

192.168.1.x –> (bold word) menunjukkan network

192.168.1.x –> (bold word) menunjukkan host

range x adalah 1 – 254 .

Network : 192.168.1.0

IP awal : 192.168.1.1

IP akhir : 192.168.1.254

Broadcast : 192.168.1.255

#bold word merupakan IP yang bisa digunakan oleh PC, laptop ataupun printer

Jadi kesimpulan :

PC 0 –> 192.168.1.2

PC 1 –> 192.168.1.3

PC 2 –> 192.168.1.4

laptop –> 192.168.1.5

Subnet Mask 255.255.255.0

 

Hasil Test Koneksi dengan PING

 PING test adalah test koneksi di jaringan. Jika hasilnya diatas berarti PC sudah connect .

Lakukan ini dari 1 PC ke semua PC .

 

 

 

Network Monitoring dengan MRTG dan Shorewall (IP Accounting)

MRTG (Multi Router Traffic Grapher) adalah tools yang cukup mudah untuk melakukan monitoring. MRTG bisa menggunakan snmp sebagai inputnya, bisa juga menggunakan script manual yang anda buat sendiri. Pada dasarnya input data yang diperlukan oleh MRTG adalah berupa 4 baris, yaitu :

baris 1 : input
baris 2 : output
baris 3 : uptime
baris 4 : hostname

Pada tulisan kali ini saya akan mencoba memonitoring jaringan pada router linux saya. Sebelum melanjutkan membaca ada baiknya anda membaca dahulu tulisan saya yang ini sebagai awalan untuk memahami shorewall. Disini kita menggunakan shorewall untuk melakukan perhitungan paket IP (IP accounting) yang dibutuhkan sebagai input dan output pada MRTG.

    1. Install mrtg dan shorewall dari repository terdekat

       root@devel:~# apt-get install mrtg shorewall

    1. Konfigurasi file /etc/shorewall/accounting


gw2net-in:COUNT   -       eth0 all all - all
gw2net-out:COUNT  -       all eth0 all all all

    1. Pastikan IP accounting sdh berjalan

root@devel:~# shorewall check

apabila tidak ada error yang muncul, lanjutkan dengan restart.

root@devel:~# shorewall restart

test ip accounting

root@devel:~# shorewall show accounting
Chain accounting (3 references)
pkts bytes target prot opt in out source destination
2885K 3401M gw2net-in all -- eth0 * 0.0.0.0/0 0.0.0.0/0
2189K 204M gw2net-out all -- * eth0 0.0.0.0/0 0.0.0.0/0

    1. Membuat script ambil-data.sh untuk mempermudah proses pengambilan data

root@devel:~# vim /home/lqman/script/ambil-data.sh

#!/bin/bash

TYPE=$1
PARAM=$2
UPTIME=`uptime  | cut -d “,” -f1,2 | awk ‘{print $3,$4,$5}’`
NAME=`hostname`

if [ "$TYPE" = "ifstat" ]; then
paketIN=`/sbin/iptables -nvxL accounting | grep “$PARAM-in” | awk ‘{print $2}’`
IN=$paketIN
paketOUT=`/sbin/iptables -nvxL accounting | grep “$PARAM-out” | awk ‘{print $2}’`
OUT=$paketOUT
fi

if [ "$TYPE" = "cpu" ]; then
USER=`cat /proc/stat | grep “cpu ” | awk ‘{print $2+$3}’`
IN=$USER
USER_SYSTEM=`cat /proc/stat | grep “cpu ” | awk ‘{print $2+$3+$4}’`
OUT=$USER_SYSTEM
fi

if [ "$TYPE" = "mem" ]; then
RAM=`free -b | grep “Mem: ” | awk ‘{print $3}’`
OUT=$RAM
SWAP=`free -b | grep “Swap: ” | awk ‘{print $3}’`
IN=$SWAP
fi

echo $IN
echo $OUT
echo $UPTIME
echo $NAME

Jadikan script tsb executable

root@devel:~# chmod +x /home/lqman/script/ambil-data.sh

    1. Mencoba script ambil-data.sh

root@devel:~# /home/lqman/script/ambil-data.sh ifstat gw2net
20484024
20484024
4 days, 1:27
devel

    1. Membuat konfig mrtg

root@devel:~# vim /etc/mrtg.cfg

WorkDir: /var/www/mrtg
Options[_]: growright, bits, nopercent, nobanner, integer
EnableIPv6: no

Target[gw2net]: `/home/lqman/script/ambil-data.sh ifstat gw2net`
SetEnv[gw2net]: MRTG_INT_IP=”” MRTG_INT_DESCR=”eth0″
MaxBytes[gw2net]: 256000
Unscaled[gw2net]: dwmy
Title[gw2net]: GW2NET
PageTop[gw2net]: GW2NET

    1. Membuat index mrtg

root@devel:~# indexmaker --title="Traffic [at] Devel" /etc/mrtg.cfg > /var/www/mrtg/index.html

    1. Jalankan mrtg beberapa kali, minimal 5 kali (perhatikan error yg terjadi pada 3 kali running awal)

root@devel:~# env LANG=C mrtg /etc/mrtg.cfg

    1. Nikmati hasilnya

Grafik Warna Hijau : download
Grafik Warna Biru : upload

Sumber : http://lqman.wordpress.com/2011/10/22/network-monitoring-dengan-mrtg-dan-shorewall-ip-accounting/