Teori Spanning Tree Protocol (STP)

Spanning Tree Protocol disingkat menjadi STP, Merupakan bagian dari standard IEEE 802.1 untuk kontrol media akses. Berfungsi sebagai protocol untuk pengaturan koneksi dengan menggunakan algoritma spanning tree.

Kelebihan STP dapat menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host.

Loop terjadi bila ada route/jalur alternative diantara host-host. Untuk menyiapkan jalur back up, STP membuat status jalur back up menjadi stand by atau diblock. STP hanya membolehkan satu jalur yang active (fungsi pencegahan loop) diantara dua host namun menyiapkan jalur back up bila jalur utama terputus.

Bila “cost” STP berubah atau ada jalur yang terputus, algoritma spanning tree merubah topology spanning tree dan mengaktifkan jalur yang sebelumnya stand by.

Tanpa spanning tree pun sebenarnya memungkinkan koneksi antara dua host melewati beberapa jalur sekaligus namun dapat juga membuat looping yang tidak pernah akan selesai di dalam jaringan anda. Yang pasti akan menghabiskan kapasitas jalur yang ada hanya untuk melewatkan packet data yang sama secara berulang dan berlipat ganda.

 

Status Port Spanning Tree

Blocking (memblok) sebuah port yang di block tidak akan meneruskan frame, ia hanya mendengarkan BPDU-BPDU. Tujuan dari status blocking  adalah untuk mencegah penggunaan jalur yang mengakibatkan loop. Semua port secara default berada dalam status blocking ketika switch dinyalakan.

Listening (mendengar) port mendengar BPDU untuk memastikan tidak ada loop yang terjadi pada network sebelum mengirimkan frame data. Sebuah port yang berada dalam status listening mempersiapkan diri untuk memfoward frame data tanpa mengisi tabel alamat MAC.

Learning (mempelajari) port switch mendengarkan BPDU dan mempelajari semua jalur di network switch. Sebuah port dalam status learning mengisi tabel alamat MAC tetapi tidak memfoward frame data.

Fowarding (mem foward) port mengirimkan dan menerima semua frame data pada port bridge.

Jika port masih sebuah designated port atau root port yang berada pada akhir dari status learning maka ia akan masuk ke status ini.

Disabled (tidak aktif) sebuah port dalam status disabled (secara administratif) tidak berpatisipasi dalam melakukan fowarding terhadap frame ataupun dalam STP. Sebuah port dalam status disabled berarti tidak bekerja secara virtual.

Selama STP mengkonfigurasi dirinya menjadi arsitektur logis yang stabil membutuhkan waktu sekitar 30-60 detik. Ini kecepatan link Ethernet menggunakan 10 Mbps dan 100 Mbps. Namun dengan Ethernet juga menawarkan 1 GBP dan 10 Gbps menghubungkan segmen, 30-60 konfigurasi ulang kedua kali tidak lagi dapat diterima dalam pandangan kebutuhan real -time.

Untuk menyediakan fungsi Spanning Tree cepat versi yang lebih baru setelah STP kemudian diciptakan Multiple Spanning Tree (MISTP) IEEE 802.1s, dan Rapid Spanning Tree (RSTP) IEEE 802.1w.

Multiple Spanning Tree, IEEE 802.1s Multiple Spanning Tree Protok ol (MISTP) 802.1s adalah sebuah standar IEEE yang memungkinkan VLAN dan STP untuk bekerj a bersama. Menyediakan cara yang memungkinkan STP ada di VLAN yang berbeda dalam sebuah jaringan.

Rapid Spanning Tree, IEEE 802.1w Rapid Spanning Tree Protokol (RSTP) 802.1w merupakan evolusi dari IEEE STP 802.1d standar. Perbedaan utama antara STP dan RSTP adalah dalam negosiasi antara node pada jaringan. Format BPDU telah berubah karena konsolidasi dari beberapa aspek STP untuk merampingkan kinerja

Peran STP

Ketika sambungan baru dibangun antara Switch A dan Root Switch, itu diasumsikan bahwa sudah ada hubungan

tidak langsung antara Switch A dan Root Switch melalui Switch C dan D. STA akan menonaktifkan bridging loop dengan menghalangi sebuah port. Dua port yang memiliki pranala Switch A dan Root Switch adalah pertama kali dalam Listening States.

Setelah Switch A dapat mendengar Root Switch secara langsung, itu menjalar dengan BPDU pada port y ang ditunjuk terhadap leaves tree .

Ketika Switch B leaves C menerima informasi ini dari Switch A, mereka estafet ke arah leaves dengan segera. Ketika Switch D menerima BPDU dari root, itu akan memblokir port P1 seketika. Menggunakan ilustrasi di atas, dapat dilihat bahwa secara efisien menghitung STP baru jaringan topologi segera.

Namun ada masalah karena dua kali keterlambatan maju harus dilalui sebelum link antara Root Switch dan Switch A akhirnya di forwarding state. Hal ini pada dasarnya berarti selisih 30 detik gangguan lalu lintas karena kekurangan\ algoritma 802.1d, umpan mekanisme jaringan telah berkumpul dalam hitungan detik.

Proses di Broadcast

Broadcast paket dari sumber ke beberapa port melalui single link yang akan mengembalikan broadcast ke sumber asli melalui redundant link jika lebih dari satu jalan yang terhubung ke dua subnet. Hal ini dapat memicu proses untuk mengulang dan menghasilkan perulangan logis aliran paket tanpa henti di seluruh jaringan fisik. Salah satu teknik untuk menghentikan perulangan dalam jaringan dan menyediakan manajemen yang efektif redundant link adalah Spanning Tree Protokol (802.1d). Spanning Tree Protokol (802.1d) merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan.

 

SIMPULAN

Broadcast paket dari sumbeR ke beberapa port melalui single link yang akan mengembalikan broadcast ke sumber asli melalui redundant link jika lebih dari satu jalan yang terhubung ke dua subnet.

Hal ini dapat memicu proses untuk mengulang dan menghasilkan perulangan logis aliran paket tanpa henti di seluruh jaringan fisik. Salah satu teknik untuk menghentikan perulangan dalam jaringan dan menyediakan manajemen yang efektif redundant link adalah Spanning Tree Protokol (802.1d).

Spanning Tree Protokol (802.1d) merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain

 

LAN (Local Area Network)

LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.

Membuat Jaringan LAN menggunakan Packet Tracer :

Untuk membangun jaringan LAN kita membutuhkan minimal beberapa PC dan 1 alat untuk menyambunkan seluruh komputer yang biasa kita sebut dengan switch .

Buat Topologi seperti dibawah :

Kita diatas membangun topologi menggunakan 3 PC , 1 Laptop dan 1 printer. Jika kita sudah membanguntopologi langkah selanjutnya adalah mengatur IP disetiap komputer. Disini menggunakan IP statis dimana IP diatur secara manual. IP yang digunakan kelas C dengan network 192.168.1.0/24

IP untuk PC 0 :

IP untuk PC 1, PC 2, laptop dan printer kita atur seperti diatas. IP setiap komputer tidak boleh sama. Jika terdapat IP yang sama maka akan terjadi IP conflict (IP bertabrakan)

IP diatas menggunakan IP kelas C dimana IP kelas C 3 oktet terdepa menunjukan network dan oktet terakhir menunjukan host.

192.168.1.x –> (bold word) menunjukkan network

192.168.1.x –> (bold word) menunjukkan host

range x adalah 1 – 254 .

Network : 192.168.1.0

IP awal : 192.168.1.1

IP akhir : 192.168.1.254

Broadcast : 192.168.1.255

#bold word merupakan IP yang bisa digunakan oleh PC, laptop ataupun printer

Jadi kesimpulan :

PC 0 –> 192.168.1.2

PC 1 –> 192.168.1.3

PC 2 –> 192.168.1.4

laptop –> 192.168.1.5

Subnet Mask 255.255.255.0

 

Hasil Test Koneksi dengan PING

 PING test adalah test koneksi di jaringan. Jika hasilnya diatas berarti PC sudah connect .

Lakukan ini dari 1 PC ke semua PC .

 

 

 

Dasar-dasar Internetworking

Network dan networking telah tumbuh secara eksponensial dalam 15 tahun terakhir satu hal yang dapat dimengerti. Mereka mengalami perubahan yang begitu cepat hanya untuk memenuhi peningkatan pesat dari kebutuhan pengguna yang mendasar seperti berbagi data dan printer, belum lagi kebutuhan yang lebih tinggi seperti video conference. Kecuali jika semua orang yang perlu berbagi data atau printer tersebut berada di lokasi yang sama (suatu hal yang semakin jarang terjadi), tantangannya adalah bagaimana menghubungkan jaringan-jaringan yang saling terkait tersebut sehingga semua pengguna dapat menggunakan sumber daya yang ada di jaringan.

Kondisi lainnya adalah ketka anda harus membagi sebuah network yang besar menjadi network-network yang lebih kecil karena performance network yang lambat. Sebuah network besar cenderung akan melambat akibat lalu lintas data yang terlalu padat sehingga terjadi apa yang dinamakan CONGESTION atau kemacetan. Membagi sebuah network yang besar menjadi network-network yang lebih kecil dinamakan NETWORK SEGMENTATION yang bisa dilakukan dengan ROUTER, SWITCH dan BRIDGE.

Kemungkinan penyebab dari CONGESTION di lalu-lintas jaringan adalah :

  • TERLALU BANYAK HOST
  • BROADCAST STORM
  • MULTICASTING
  • BANDWITCH yang KECIL

ROUTER digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih network dan bertugas sebagai perantara dalam menyampaikan data antar-network. Secara default router berfungsi membagi-bagi atau memecah sebuah broadcast domain.

BROADCAST DOMAIN adalah kumpulan dari alat-alat di sebuah segmen network yang menerima semua paket broadcast yang dikirim oleh alat-alat di segmen tersebut. Memisahkan broadcast domain sangatlah penting karena setiap kali host atau server mengirimkan network broadcast (paket data yang dikirim untuk seluruh host dalam jaringan), setiap peralatan dalam network harus membaca dan memproses data dari broadcast tersebut; ini terjadi kecuali anda memiliki sebuah router. Ketika interface router menerima paket broadcast, ia akan mengatakan “Tidak, terima kasih” dan mengabaikan paket broadcast tersebut tanpa meneruskan ke network yang lain. Walaupun secara default router dikenal juga sebagai alat untuk memisahkan broadcast domain, sebenarnya router juga memisahkan collision domain (collision adalah kondisi dimana telah terjadi tabrakan antar data karena berada pada waktu dan tempat yang sama seperti pada sebuah kabel jaringan).

Dua keuntungan menggunakan router dalam jaringan anda adalah :

  1. Router secara default tidak meneruskan paket broadcast
  2. Router bisa menyaring network dengan menggunakan informasi pada layer (Network Layer) seperti alaman IP)

Berbeda dengan router, switch tidak digunakan untuk membuat internetwork tapi digunakan untuk memaksimalkan jaringan LAN. Tugas utama dari switch adalah membuat LAN bekerja dengan lebih baik dengan mengoptimalkan untuk kerja (performance), menyediakan lebih banyak bandwitch untuk pengguna LAN. Tidak seperti router, switch tidak meneruskan paket ke jaringan lain. Switch hanya menghubung-hubungkan frame dari satu port ke port lainnya di jaringan di mana dia berada.

Secara default, switch memisahkan collision domain. Istilah collision domain adalah istilah di dalam ethernet yang menggambarkan sebuah kondisi network dimana sebuah alat mengirimkan paket pada sebuah segmen network, kemudian memaksa semua alat lain di segmen tersebut untuk memperhatikan paketnya. Pada saat bersamaan, alat yang berbeda mencoba untuk mengirimkan paket yang lain, yang mengakibatkan terjadinya collision (tabrakan). Paket yang dikirim menjadi rusak, akibatnya semua alat harus melakukan pengiriman ulang paket. Situasi ini terjadi biasanya dilingkungan HUB dimana setiap segmen terhubung ke sebuah hub yang dikatakan merepresentasikan hanya satu collision domain dan satu domain. Berbeda dengan hub, setiap port pada switch merepresentasikan collision domain-nya masing-masing.

Sumber : CCNA Study Guide, Todd Lammle

Konsep Jaringan WAN

Untuk mengoneksikan jaringan WAN kita harus menggunakan alat khusus yang bekerja sebgai pusat layanan, misalnya satelit VSAT. VSAT merupakan jaringan atau sistem komunikasi satelit yang terdiri atas sejumlah stasiun remote (terminal VSAT) dengan menggunakan antena parabola berdiameter lebih kecil dibandingkan dengan komunikasi satelit lainnya, menggunakan sebuah atau sebagian transponder satelit sebagai pengulang (repeater) dengan didukung peralatan pada stasiun dan sebuah stasiun bumi utama.

WAN merupakan kumpulan dari beberapa LAN yang digabungkan menjadi suatu jaringan baru. Di sini VSAT berperan sebagai media penghubung antara suatu jaringan LAN. Jadi setiap jaringan LAN merupakan stasiun terminal. WAN mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua. Pada sebagian besar WAN, jaringannya terdiri dari dua komponen : kabel transmisi dan element switching. Kabel transmisi memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya. Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih.
Pada sistem WAN dengan media VSAT maka selain server pada tiap jaringan LAN-nya masih ada server lain yang lebih besar yang berada pada stasiun Hub. Server ini akan mengontrol komunikasi antar terminal VSAT yang berada di bawahnya. Server yang berada pada stasiun terminal hanya menampung data dari workstation-workstation yang ada di bawahnya.
Sistem kerja dari WAN adalah seperti halnya jaringan LAN hanya jika diinginkan transfer data dari user di terminal VSAT yang lain maka server yang berada pada terminal VSAT tersebut akan menghubungi stasiun Hub dan stasiun Hub akan menghubungkan dengan terminal VSAT yang diinginkan sehingga transfer data yang diinginkan dapat terjadi. Jadi jika user yang diinginkan dihubungi hanya berada pada terminal VSAT-nya sendiri maka hubungan ke stasiun Hub tidak dilakukan.
Selain digunakan untuk transfer data jaringan VSAT pada konfigurasi WAN juga dapat digunakan untuk transfer video maupun voice. Jadi terminal workstasiunnyapun tidak harus menggunakan komputer, tetapi bisa menggunakan mesin fax atau yang lainnya. Konfigurasi tersebut juga mempunyai bit rate yang cukup tinggi untuk transmisi datanya, selain itu kerahasian data terjamin pula.

Walaupun banyak manfaatnya sistem WAN ini akan menjadi tidak efektif jika penggunaannya hanya di bawah jumlah 100. Jika penggunaannya lebih dari 100 maka sitem tersebut menjadi efektif dan handal. Dalam perkembangan WAN, jika jaringan LAN semakin banyak dan user (penggunanya) berada di seluruh belahan dunia maka sistem tersebut dinamakan Internet.

 

Sumber : http://annisatkjinside.blogspot.com/2009/08/konsep-jaringan-wan.html

Jaringan

Mengenal Jaringan

1. Apa itu Jaringan Komputer?

JARINGAN komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya
yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel
atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling
bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama
menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer,
printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan
komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
2. Jenis – jenis Jaringan Komputer
Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu ;

  1. Local Area Network (LAN)
    Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung
    atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan
    untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor
    suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce,
    misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
  2. Metropolitan Area Network (MAN)
    Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang
    berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN.
    MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga
    sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum.
    MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan
    televisi kabel.
  3. Wide Area Network (WAN)
    Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas,
    seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesinmesin
    yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
  4. Internet
    Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat
    keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang terhubung ke jaringan
    sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke
    jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang
    seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan
    sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan
    terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.
    Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
  5. Jaringan Tanpa Kabel
    Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa
    dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin
    mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena
    koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan
    tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu
    memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang
    menggunakan kabel.

3. Topologi Jaringan Komputer
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer
lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus,
token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas,
dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

  1. Topologi BUS
    Pada topologi bus digunakan sebuah kabel tunggal dimana client & server dihubungkan.
    Keuntungan :
  2. Hemat Kabel
  3. Lay out kabel sederhana
  4. Pengembangan jaringan dapat dikembangkan lebih mudahKerugian :
  5. Isolasi Kesalahan sangat kecil
  6. Kepadatan Lalu Lintas pada jalur utama
  7. diperlukan repeater pada jarak jauh
  8. Topologi Token Ring
    Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer
    sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama.
    Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap
    informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau
    bukan.
    Keuntungan :
  9. Hemat Kabel
    Kerugian :
  10. Peka Kesalahan
  11. Pengembangan Jaringan lebih kaku
  12. Topologi Star
    Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut
    kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer
    atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah
    hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat
    menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
    Keuntungan :
  13. Paling Fleksibel
  14. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
  15. Kontrol Terpusat
  16. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
  17. Kemudahan pengelolaan jaringan
  18. Kontrol Terpusat
    Kerugian :
  19. Boros Kabel
  20. Perlu penanganan khusus
  21. Topologi MESH
    Merupakan pengembangan dari Topolgi RING untuk mengatasi panjangnya perjalanan data
  22. Topologi Tree
    Merupakan pengembangan dari Topolgi Bus, sehingga memungkinkan penambahan client secara mudah

Peer to Peer Network
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang
terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2
printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program,
data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat
memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat
mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki
komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium
II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di
kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan
untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini
lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.
Keunggulan :

  • antar komputer dapat saling berbagi fasilitas
  • Biaya operasional lebih murah
  • Kelangsungan tidk tergantung pada satu server
    Kelemahan :
  • Troubleshooting jaringan lebih sulit
  • Unjuk kerja lebih rendah
  • Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing – masing user
  • Back up data lebih sulit karena tersebar di masing – masing komputer
    Manfaat jaringan Komputer
  • Resource Sharing, dapat menggunakan sumber daya yang
    ada secara bersama-sama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data,
    tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah – olah data tersebut berada di dekatnya.
    Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mengatasi masalah jarak.
  • Reliabilitas Tinggi,dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang
    tinggi dengan memiliki sumber-sumber lternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan
    atau di copy ke dua, tiga, atau lebih komputer yang terkoneksi ke jaringan. sehingga
    bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.
  • Menghemat Uang,Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang
    lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti
    mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer
    kecil/pribadi. Akan tetap, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer
    pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat
    para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputerkomputer
    pribadi.
  • Referensi : http://linux.or.id/node/2516

    CISCO

    Gambaran Perusahaan

    Cisco System.Inc merupakan perusahaan global dalam bidang jaringan dan telekomunikasi yang bermarkas di San José, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984. Perusahaan ini mempekerjakan 51.480 pekerja.Produk dari perusahaan ini dapat ditemukan dari ruang tamu sampai ke perusahaan yang bergerak untuk skala internasional.Visi dari Cisco System.Inc (Cisco) yaitu “Merubah bagaimana cara hidup,bekerja,bermain dan belajar”,dan bagian dari Slogan dari Cisco adalah “ Selamat datang kedalam dunia Jaringan “ (welcome to the human network).Cisco adalah salah satu produk untuk Teknologi Informasi nomor satu didunia,terutama untuk sytem,perangkat keras jaringan serta telekomunikasinya.

    Deskripsi Bisnis Perusahaan

    Cisco System (Cisco) menjual jaringan dan komunikasi teknologi,peralatan dan pelayanan untuk data transportasi,suara dan video untuk keseluruh dunia.Produk perusahaan dan pelayanan terdiri dari beberapa kategori diantaranya adalah router,swicth,network access,IP telephony,keamanan,Jaringan fiber optik,jaringan data center,jaringan via sinyal,jaringan untuk rumah,dukungan layanan teknis dan pelayanan jaringan.

    Produk Cisco di tujukan kepada korporate bisnis,institusi umum,perusahaan telekomunikasi,dan segala jenis ukuran bisnis juga sampai ke rumah rumah.Perusahaan Cisco juga menyediakan produk yang digunakan untuk mengantar data,suara,video untuk antar gedung,antar kampus,dan seluruh dunia.Model pengelolaan bisnis Cisco lebih ke globalisasi dan termanagement melalui 5 bagian negara yaitu ; Canada,Eropa,Asia pasifik,dan jepang serta market yang ada.

    Untuk Sekedar informasi,Bisnis perusahaan ini bergerak di dua bagian segment yaitu produk dan pelayanan.Dan untuk kedepan,produk akan dibagi lagi menjadi 4 bagian yaitu ; router,switches,Teknologi terbaru dan yang lainnya.

    Produk Cisco routing menawarkan fitur yang terdepan untuk menaikkan kemampuan system,keamanan,kestabilan,dan performa yang baik dalam pengiriman data informasi.Teknologi Routing di ciptakan untuk Internet dan intranet.Router digunakan untuk menyambungkan beberapa jaringan komputer,mengantarkan informasi,diantaranya data,suara dan video untuk satu jaringan ke jaringan lain.Perusahaan Cisco menawarkan router dengan beberapa penawaran,untuk perusahaan yang bergerak di bagian infrastruktur jaringan,untuk ISP (Internet Service Provider)dan perusahaan besar yang menggunakan router untuk diakses oleh semua orang.

    Produk Cisco Switching menawarkan bermacam macam model koneksi yang digunakan oleh pelanggan.kumpulan komputer dan server,dan fungsi untuk mengumpulkan semua LAN (Local Area Network),MAN (Metropolitan Area Network)dan (Wide Area Network).Switch adalah produk yang menggabungkan beberapa teknologi jaringan yang digunakan untuk gedung gedung dan kampus yang biasanya disebut LAN,dan untuk melalui bebeberapa kota biasa disebut dengan MAN,serta teknologi ynag melalui beberapa daerah yang biasa disebut dengan WAN.Cisco mengenalkan beberapa produk diantaranya,Ethernet,gigabit Ethernet,10-gigabit Ethernet,sikronis transfer data,SONET (packet over synchronous optical network).dan multi-protocol label switching.

    Keuntungan teknologi Cisco untuk kedepannya menawarkan produk dan pelayanan melalui jaringan komputer serta komunikasi.Kategori dari produk dan pelayanan yang ditawarkan termasuk aplikasi pelayanan jaringan,jaringan rumah,perusahaan kecil,jaringan optik,keamanan,jaringan data center,komunikasi,sistem video dan teknologi wireless.

    Informasi Tentang CISCO :

    

    Cisco Networking Academy Program (CNAP) adalah program training jaringan komputer berbasis Web (e-learning) yang dilaksanakan secara on-line yang diakses melalui situs cisco.netacad.net. Metode pengajaran CNAP merupakan kombinasi antara teori dan praktek sesuai dengan kurikulum yang disusun sendiri oleh Cisco System dan berlaku untuk Cisco Networking Academy di seluruh dunia. Tujuan dari program Cisco Academy adalah untuk menghasilkan Network Engineer yang mampu dalam mendesain, membangun, dan merawat jaringan komputer (LAN & WAN) dengan berbasiskan perangkat jaringan dari Cisco System.

    Proses belajar-mengajar difasilitasi oleh instruktur yang memiliki sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA) dan Cisco Certified Academy Instructor (CCAI) dari Cisco System. Dengan demikian kompetensi dan kapabilitas instruktur Cisco Academy terstandarisasi secara global sehingga kualitas training terjaga dengan standar yang tinggi. Pelaksanaan ujian sertifikasi internasional dilakukan bekerjasama dengan VUE Authorized Testing Centre dan Prometric Authorized Testing Center untuk mendapakan sertifikat internasional Cisco Certified Network Associate (CCNA).

    Lulusan program CNAP dengan sertifikasi CCNA diakui kualitasnya secara mendunia. Melalui jaringan kerja internasional dari Cisco System, alumnus CNAP banyak bekerja di berbagai perusahaan multinasional. Kebutuhan akan tenaga kerja profesional bersetifikat CCNA di Amerika, Eropa, Australia, maupun Indonesia, menjadikan alumnus program CNAP memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bersaing di dunia teknologi informasi.

    Manajemen Operasional

    Manajemen Operasional CNAP yang kami kelola (CNAP LA Universitas Pancasila) dilaksanakan secara profesional dibawah dukungan managemen operasional dan marketing “Jobitcom Networks” serta quality control dan technical support dari Cisco Academy Regional Academy Institut Teknologi Bandung, Cisco Academy Regional Academy PDII-LIPI, dan tentunya juga dari Cisco Systems.

    Jobitcom Networks juga menyediakan peluang bekerja dan berkarir bagi para alumni Cisco Academy yang kami kelola di pelbagai perusahaan terkemuka Indonesia yang membutuhkan tenaga profesional IT. Perusahaan-perusahaan tsb adalah perusahaan yang bermitra dengan Jobitcom Networks sebagai member employer di Jobitcom. Peluang cerah ini dimungkinkan karena Jobitcom juga merupakan Situs Lowongan Kerja dan Karir Terbesar di Indonesia bagi profesional IT.

    Penghargaan dan Prestasi

    Sejak tahun 2001 hingga akhir tahun 2009 kami telah menghasilkan alumni program CNAP sebanyak 912 orang. Umumnya para alumnus kami saat ini bekerja di bidang computer networking baik di dalam maupun di luar negeri.

    Referensi :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Cisco_Systems

    http://www.cisco26.com/

    KEAMANAN JARINGAN NIRKABEL

    Penggunaan jaringan Internet yang kian marak dewasa ini telah mendorong pertumbuhan teknologi koneksi jaringan Internet itu sendiri, sehingga kemudian lahirlah suatu teknologi jaringan nirkabel (Wireless Network), yang sangat memudahkan penggunanya dalam mengakses Internet. Namun begitu ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar dalam penggunaan jaringan nirkabel ini dapat berjalan dengan aman.
    Lahirnya Jaringan Nirkabel untuk Rumah
    Dahulu komputer lebih dianggap sebagai sebuah kemewahan daripada sebuah kebutuhan. Hanya orang-orang kaya dan beruntung saja yang dapat mempunyai sebuah komputer, sedangkan jaringan merupakan hal yang hanya dapat disediakan untuk perusahaan besar.
    Namun sejalan dengan kemajuan yang pesat pada dekade ini, maka sekarang setiap orang masing-masing dapat mempunyai komputernya sendiri. Seperti yang banyak kita temui, biasa nya setiap orang tua mempunyai komputernya sendiri, begitu pula dengan si anak dapat mempunyai komputernya sendiri walaupun mungkin hanya digunakan untuk bermain dan mengerjakan tugas-tugas sekolah. Para pengguna rumahan juga telah berkembang dari yang semula tidak mempunyai akses Internet, kemudian mulai memakai koneksi dial-up Internet dengan kecepatan 9600 kbps melebihi 56 kbps dial up akses, dan kini berkembang menjadi koneksi broadband menyaingi koneksi T1 yang sering dinikmati orang saat bekerja.
    Sebagaimana Internet dan World Wide Web telah menjadi trend dalam kebudayaan kita dan menggantikan format media massa lainnya dalam menyampaikan informasi yang dicari, mulai dari informasi pemberitaan, olahraga, cuaca, resep, yellow pages (buku telepon), dan masih banyak hal lainnya yang kesemuanya itu merupakan sebuah cara baru, bukan hanya dalam pemakaian komputer di dalam rumah, tapi juga dalam hal pemakaian koneksi Internet.
    Sementara itu perusahaan perangkat keras maupun perangkat lunak kini telah menawarkan berbagai solusi yang memungkinkan para pemakai Internet di rumah saling berbagi koneksi antara lebih dari dua komputer. Meskipun semua komputer tersebut harus terhubung jaringan.
    Untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya biasanya membutuhkan berbagai macam media fisik, seperti kabel telepon, kabel coaxial, ataupun kabel CAT5 kabel telegram yang ada di mana-mana. Namun baru-baru ini telah ditemukan cara baru pemakaian Internet tanpa menggunakan berbagai macam media penghubung terseut, teknologi ini kini lazim disebut koneksi jaringan Nirkabel (tanpa kabel). Pemakaian Internet dengan menggunakan koneksi jaringan nirkabel ini tentu saja sangat memudahkan pemakainya dalam
    mengakses Internet, tanpa melalui proses installasi dan pemasangan kabel yang memusingkan.
    Adapun susunan koneksi jaringan nirkabel ini sangat sederhana. Koneksi Internet masuk dari Internet Provider kemudian dihubungkan dengan suatu titik penerus akses nirkabel atau router yang memancarkan sinyal. Ketika Anda terhubung dengan memakai kartu atau antena jaringan nirkabel untuk menerima sinyal, begitu pula sebaliknya, maka koneksi Anda telah berhasil. Masalah yang sering timbul pada saat menikmati koneksi sinyal nirkabel ini adalah sulitnya mengetahui sampai sejauh mana sinyal ini dapat diterima. Jika sinyal tersebut dapat ditangkap dari lantai atas sebuah kantor, maka seharusnya juga dapat ditangkap dari basement yang berada 100 kaki di bawah tanah. Ini dapat saja membuat seorang hacker mencari celah dari koneksi nirkabel tersebut untuk mendapatkan berbagai informasi penting mengenai Anda. Namun itu bukan berarti tidak menyarankan penggunaan jaringan nirkabel. Hanya saja Anda harus cermat dalam menggunakan jaringan nirkabel ini, serta mengambil beberapa pencegahan dasar agar pemakaian teknologi ini dapat benar-benar aman. Berikut ini merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat dijalankan untuk mengamankan jaringan nirkabel yang Anda pakai.
    6 Langkah Pengamanan Dasar Jaringan:
    1.

    Ubahlah Sistem ID (Identitas). Biasanya suatu layanan nirkabel dilengkapi dengan suatu standart pengamanan identitas atau yang sering disebut SSID (Service Set Identifier) or ESSID (Extended Service Set Identifier). Sangat mudah bagi seorang hacker untuk mencari tahu identitas default dari suatu layanan atau jaringan, jadi sebaiknya Anda segera mengubahnya menjadi suatu identitas yang unik, yang tidak mudah ditebak orang lain.

    2.

    Mematikan identitas pemancar. Dengan mengumumkan kepada umum bahwa Anda memiliki suatu jaringan nirkabel akan membuat para hacker penasaran untuk membobol jaringan nirkabel Anda. Mempunyai suatu jaringan nirkabel bukan berarti harus memberitahukannya kepada semua orang. Periksalah secara manual perangkat keras yang Anda pakai untuk jaringan nirkabel tersebut, dan pelajarilah bagaimana cara mematikannya.

    3.

    Sediakanlah enkripsi. WEP (Wired Equivalent Privacy) and WPA (Wi-Fi Protected Access) dapat meng-enkripsi data Anda sehingga hanya penerima saja yang diharapkan dapat membaca data tersebut. WEP (Wired Equivalent Privacy) mempunyai banyak kelemahan yang membuatnya mudah disusupi. Kunci 128-bit hanya mempunyai tingkat pencapaian yang relatif rendah tanpa peningkatan keamanan yang signifikan, sedangkan untuk 40-bit atau 64-bit pada beberapa perlengkapan lainnya, mempunyai enkripsi yang sama baiknya. Dengan cara pengamanan yang standart saja pastilah tetap akan mudah bagi hacker untuk menyusup, namun dengan cara enkripsi ini pastilah akan membuat jaringan Anda lebih aman dari hacker. Jika memungkinkan, ada baiknya untuk menggunakan enkripsi WPA (peralatan yang lebih tua dapat diupgrade terlebih dahulu agar compatible dengan WPA). WPA dapat sangat menjanjikan dalam menjamin keamanan jaringan nirkabel Anda, namun masih tetap dapat dikalahkan oleh serangan DOS (denial of services).

    4.

    Membatasi dari penggunaan traffic yang tidak perlu. Banyak router jaringan kabel maupun nirkabel yang dilengkapi firewalls. Bukan bermaksud mengedepankan firewalls, namun firewalls telah membantu
    dalam pertahanan keamanan jaringan. Bacalah petunjuk manual dari perangkat keras Anda dan pelajarilah cara pengaturan konfigurasi router Anda, sehingga hanya traffic yang sudah seijin Anda saja yang dapat dijalankan.

    5.

    Ubahlah ‘kata sandi’ default Administrator milik Anda. Hal ini baik untuk semua penggunaan perangkat keras maupun perangkat lunak. Kata sandi default sangat mudah disalahgunakan, terutama oleh para hacker. Oleh karena itu sebaiknya ubahlah kata sandi Anda, hindari penggunaan kata dari hal-hal pribadi Anda yang mudah diketahui orang, seperti nama belakang, tanggal lahir, dan sebagainya.

    6.

    Kunci dan lindungilah komputer Anda, hal ini merupakan cara pengamanan terakhir untuk komputer Anda. Gunakanlah firewall, perangkat lunak Anti Virus, Zone Alarm, dan lain sebagainya. Setidaknya setiap satu minggu perbaharuilah Anti Virus yang Anda pakai.(‘dna)

     

    Referensi : http://smapgri-wrs.net84.net/wp-content/uploads/2008/09/keamanan-jaringan.pdf