Wi Fi Networking

NETWORKING

Saat ini perkembangan teknologi sudah sangat cepat dan tidak ada batasan. Seluruh aspek umur sudah pernah merasakan fungsinya dari perkembangan teknologi informasi saat ini. Teknologi yang pada awalnya hanya memiliki fungsi untuk komunikasi anatar orang di beda tempat sekarang sudah menjadi suatu alat komunikasi yang multi fungsi.

Perkembangan teknologi yang multifungsi ini lah yang sangat disukai masyarakat saat ini. Mungkin pada zaman dahulu hanya telepon lah yang menjadi alat komunikasi, tetapi zaman sekarang tidak hanya telepon yang menjadi alat komunikasi. Kita bisa berkomunikasi dengan chatting via internet, sms via handphone, voice call, video call, dll. Perkembangan ini lah yang dimanfaatkan oleh pengguna telekomunikasi di seluruh dunia.

Cuma pada awalnya itu semua diawali dengan sebuah jaringan kecil dimana jaringan tersebut dihubungkan ke beberapa alat komunikasi atau computer sehingga dapat saling berhubungan dan dapat saling berkomunikasi. Saat ini computer atau alat komunikasi dapat saling berhubungan satu sama lainnya. Baik menggunakan kabel ataupun tanpa menggunakan kabel. Tetapi itu semua diawali hal yang paling kecil dahulu yaitu jaringan. Pada awalnya jaringan lah yang berperan besar dalam perkembangan networking saat ini maupun di masa yang akan datang

SEJARAH JARINGAN KOMPUTER

Sejarah Jaringan Komputer Global/Dunia dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet).

Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.

Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan IP yang kini kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET. Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC (Internet Relay Chat). Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer pada saat itu membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).

Tahun 1994, situs-situs dunia maya telah tumbuh menjadi 3.000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! Didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.

JENIS JARINGAN KOMPUTER

Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu;

1.      Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

2.      Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3.       Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

4.      Internet

Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

5.      Jaringan Tanpa Kabel

Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

Disini kita akan membahas jaringan tanpa kabel atau yang biasa kita sebut dengan wireless

Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kable, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel.

LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.

Sejarah

WLAN diharapkan berlanjut menjadi sebuah bentuk penting dari sambungan di banyak area bisnis. Pasar diharapkan tumbuh sebagai manfaat dari WLAN diketahui. Frost & Sullivan mengestimasikan pasar WLAN akan menjadi 0,3 miiyar dollar AS dalam 1998 dan 1,6 milyar dollar di 2005. Sejauh ini WLAN sudah di-install in universitas-universitas, bandara-bandara, dan tempat umum besar lainnya. Penurunan biaya dari peralatan WLAN jugahas membawanya ke rumah-rumah. Namun, di Inggris UK biaya sangat tinggi dari penggunaan sambungan seperti itu di publik sejauh ini dibatasi untuk penggunaan di tempat tunggu kelas bisnis bandara, dll. Pasar masa depan yang luas diramalkan akan pulih, kantor perusahaan dan area pusat dari kota utama. Kota New York telah memulai sebuah pilot program untuk menyelimuti seluruh distrik kota dengan internet nirkabel. Perangkat WLAN aslinya sangat mahal yang hanya digunakan untuk alternatif LAN kabel di tempat dimana pengkabelan sangat sulit dilakukan atau tidak memungkinkan. Seperti tempat yang sudah dilindungi lama atau ruang kelas, meskipun jarak tertutup dari 802.11b (tipikalnya 30 kaki.) batas dari itu menggunakan untuk gedung kecil. Komponen WLAN sangat cukup mudah untuk digunakan di rumah, dengan banyak di set-up sehingga satu PC (PC orang tua, misalnya) dapat digunakan untuk share sambungan internet dengan seluruh anggota keluarga (pada saat yang sama tetap kontrol akses berada di PC orang tua). Pengembangan utama meliputi solusi spesifik industri and protokol proprietary, tetapi pada akhirn 1990-an digantikan dengan standar, versi jenis utama dari IEEE 802.11 (Wi-Fi) (lihat artikel terpisah) dan HomeRF (2 Mbit/s, disarankan untuk rumah, antahberantahdi Inggris ). Sebuah alternatif ATM-seperti teknologi standar 5 GHz, HIPERLAN, sejauh ini tidak berhasil di pasaran, dan dengan dirilisnya yang lebih cepat 54 Mbit/s 802.11a (5 GHz) dan standar 802.11g (2.4 GHz), hampir pasti tidak mungkin.

Kekurangan

Masalah kurangnya keamanan dari hubungan nirkabel telah menjadi topik perdebatan. Sistem keamanan yang digunakan oleh WLAN awalnya adalah WEP, tetapi protokol ini hanya menyediakan keamanan yang minimum dikarenakan kekurangannya yang serius. Pilihan lainnya adalah WPA, SSL, SSH, dan enkripsi piranti lunak lainnya.

Keamanan

Pada jaringan kabel, satu dapat sering, pada beberapa derajat, akses tutup ke jaringan secara fisik. Jarak geografi dari jaringan nirkabel akan secara signifikan lebih besar lebih sering daripada kantor atau rumah yang dilingkupi; tetangga atau pelanggar arbritrary mungkin akan dapat mencium seluruh lalu lintas dan and mendapat akses non-otoritas sumber jaringan internal sebagaimana internet, secara mungkin mengirim spam or melakukan kegiatan illegal menggunakan IP address pemilik, jika keamanan tidak dibuat secara serius.

Beberapa advocate akan melihat seluruh titik akses tersedia secara terbuka available untuk umum, dengan dasar bahwa semua orang akan mendapat manfaat dari mendapat ketika berlalu lintas online.

Mode dari operation

Peer-to-peer atau mode ad-hoc Mode ini adalah metode dari perangkat nirkabel untuk secara langsung mengkomunikasikan dengan satu dan lainnya. Operasi di mode ad-hoc memolehkan perangkat nirkabel dengan jarak satu sama lain untuk melihat dan berkomunikasi dalam bentuk peer-to-peer tanpa melibatkan titik akses pusat. mesh Ini secara tipikal digunakan oleh dua PC untuk menghubungkan diri, sehingga yang lain dapat berbagi koneksi Internet sebagai contoh, sebagaimana untuk jaringan nirkabel. Jika kamu mempunyai pengukur kekuatan untuk sinyal masuk dari seluruh perangkat ad-hoc pegukur akan tidak dapat membaca kekuatan tersebut secara akuratr, dan dapat misleading, karena kekuatan berregistrasi ke sinyal terkuat, seperti computer terdekat.

Titik Akses / Klient

Paling umum adalah titik akses melalui kabel ke internet, dan kemudian menghubungi klien nirkabel (tipikalnya laptops) memasuki Internet melalui titik akses. Hampir seluruh komputer dengan kartu nirkabel dan koneksi kabel ke internet dapat di-set up sebagai Titik Akses, tetapi sekarang ini satu dapat membeli kotak bersangkutan dengan murah. Kotak-kotak ini biasanya berbentuk seperti hub atau router dengan antena, jembatan jaringan nirkabel atau jaringan ethernet kabel. Administrasi dari titik akses (sepeti setting SSID, memasang enkrypsi, dll) biasanya digunakan melalui antarmuka web atau telnet.

Jaringan rumah tipikalnya mempunyai sebuah akses stand-alone tersambung kabel misalnya melalui koneksi ADSL, sementara hotspots dan jaringan profesional (misalnya menyediakan tutup nirkabel dalam gedung perkantoran) tipikalnya akan mempunyai titik akses banyak, ditempatkan di titik strategis.

Gambar WLAN

IEEE mendefinisikan standard untuk keduanya, 802.3 untuk Ethernet LAN dan 802.11 untuk WLAN. Kedua standard tersebut mendefinisikan format frame dengan header dan trailernya, termasuk MAC address nya dengan panjang 6 bytes. Keduanya juga mendefinisikan aturan-aturan kapan komputer bisa mengirimkan frame atau tidak.

Perbedaan terbesar keduanya adalah bahwa WLAN menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan data, sedangkan Ethernet menggunakan sinyal elektrik dengan media pengantar berupa kabel. Gelombang radio merambat menembus udara, jadi secara teknik tidak dibutuhkan media pengantar fisik. Tapi adanya benda-benda seperti tembok dan benda-benda keras lainnya bisa mengganggu jalannya sinyal gelombang radio.

Beberapa perbedaan lainnya terletak pada efek samping penggunaan wireless sebagai ganti kabel. Misalnya, Ethernet dapat mendukung komunikasi full-duplex (FDX) jika switch dihubungkan pada end-user/komputer tunggal, tidak dihubungkan ke hub, dengan begitu tidak perlu menggunakan CSMA/CD lagi pada link tersebut. Sedangkan pada jaringan wireless, jika satu atau lebih device mengirimkan gelombang radio dalam waktu yang bersamaan dalam frekuensi yang sama, maka sinyal-sinyal tersebut tidak akan dikenali, sehingga mekanisme half-duplex(HDX) harus diterapkan. WLAN menggunakan algoritma carrier sense multiple access with collision avoidance (CSMA/CA) untuk mengurangi terjadinya collission sebanyak mungkin.

Standard-Standard Wireless LAN

IEEE pertama kali mengeluarkan standard untuk WLAN pada tahun 1997 dengan mengesahkan pembuatan 802.11. Standard yang pertama dibuat ini tidak menggunakan huruf akhiran (suffix) tidak seperti saat ini. Seperti halnya standard pada Ethernet 802.3 yang kemudian menjadi 802.3u yang digunakan untuk mendefinisikan FastEthernet.

Standard original 802.11 sudah digantikan dengan beberapa standard yang lebih baik. Berdasarkan urutan pengesahan, standard-standard tersebut diantaranya 802.11b, 802.11a, dan 802.11g.

Beberapa Mode WLAN 802.11

WLAN menggunakan salah satu dari dua mode- mode ad hoc atau mode infrastructure. Dengan mode ad hoc, sebuah perangkat wireless hanya akan berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat lainnya secara langsung, biasanya untuk waktu yang singkat. Dalam hal ini, perangkat-perangkat tersebut saling bertukar frame secara langsung, perhatikan gambar berikut:

Pada mode infrastructure,setiap device/komputer saling berkomunikasi melalui perantara Access Point(AP), dengan AP terhubung ke jaringan Ethernet kabel. Mode infrastructure memungkinkan device-device pada WLAN untuk berkomunikasi dengan server dan internet yang berada pada jaringan kabel, seperti pada gambar pertama diatas.

Mode Infrastructure mendukung 2 tipe layanan, yang disebut service sets.Pertama, disebut Basic Service Set (BSS)  , menggunakan AP tunggal untuk membentuk WLAN, seperti pada gambar pertama diatas. Yang kedua, disebut Extended Service Set (ESS), menggunakan lebih dari satu AP, dan seringnya dengan area-area yang saling overlapping, untuk memungkinkan roaming dalam area yang lebih luas, perhatikan gambar dibawah ini.

Kita ketahui ESS WLAN memungkinkan untuk roaming, yang berarti user-user bisa berpindah-pindah tempat dalam lingkup area WLAN tanpa harus kehilangan koneksi ke WLAN. Hasilnya, user tidak perlu mengganti IP address nya. Yang perlu dilakukan hanyalah memantau sinyal radio dari AP-nya, jika melemah, maka device harus mencari sinyal AP yang lebih kuat dan menggunakan AP yang baru.

Transmisi Wireless (Layer 1)

WLAN men-transmit data pada layer 1 dengan mengirim dan menerima gelombang radio. WLAN Network Interface Card (NIC), AP, dan beberapa perangkat WLAN lainnya memanfaatkan sebuah radio dan antenna untuk mengirim dan menerima gelombang radio dan memberikan sedikit perubahan pada gelombang untuk meng-encode data.

Seperti halnya listrik yang merambat melalui kabel tembaga , gelombang radio WLAN mempunyai sinyal-sinyal berulang yang bisa digambarkan dalam bentuk grafik. Dalam grafik, kurva menunjukkan periode, frekuensi dan panjang gelombang. Frekuensi yang diukur dalam hertz (Hz) merupakan bagian terpenting dalam pembahasan tentang WLAN ini.

Ada beberapa fakta yang perlu kita ketahui berkenaan dengan frekuensi ini.

  • Semakin tinggi frekuensi semakin tinggi data rate yang bisa dicapai.
  • Semakin tinggi frekuensi jarak jangkauan transmisi semakin pendek.
  • Jarak yang lebih pendek dapat diatasi dengan menggunakan antenna dengan kekuatan yang tinggi.
  • Setiap negara memiliki batasan seberapa kuat transmisi radio yang boleh dimiliki oleh unlicensed bands.

Media Access (Layer 2)

Dengan berkomunikasi via wireless, device-device yang terhubung tidak bisa dipisah-pisahkan pada segment yang berbeda untuk menghindari terjadinya collision (seperti yang bisa dilakukan pada Ethernet LAN), karena itu collision akan selalu terjadi, bahkan pada standard WLAN yang paling baru. Singkat cerita, jika 2 atau lebih device melakukan pengiriman pada saat yang bersamaan dan menggunakan rentang frekuensi yang overlapping, maka bisa dipastikan akan terjadi collision, dan tidak satupun sinyal yang dikirimkan bisa dikenali oleh penerima. Jadi, ketika 2 device WLAN mengirim bersamaan dan menimbulkan collision, device pengirim tidak bisa mengetahui secara langsung jika terjadi collision.

Solusinya adalah adalah dengan memanfaatkan algoritma carrier sense multiple access with collision avoidance (CSMA/CA). Bagian collision avoidance -nya meminimalisir  kemungkinan terjadinya collision. Akan tetapi, CSMA/CA tidak bisa mencegah terjadinya collision, jadi, standard WLAN harus menyediakan metode untuk menangani collision yang terjadi. Karena device pengirim tidak bisa mengetahui apakah frame yang dia kirimkan mengalami collision atau tidak, maka standard WLAN mengharuskan adanya ACK (Acknowledgement) untuk setiap frame yang dikirimkan. Jika device tidak menerima ACK setelah pengiriman, maka device pengirim mengasumsikan telah terjadi collision pada frame yang dikirim dan melakukan pengiriman ulang.

Berikut ringkasan beberapa point penting tentang algoritma CSMA/CA :

  • Langkah 1 : Memantau (Listen) untuk memastikan traffik dalam medium (ruang) sedang sepi (tidak ada gelombang radio pada frekuensi yang akan digunakan).
  • Langkah 2 : menge-set waktu tunggu secara random sebelum mengirimkan frame untuk mengurangi kemungkinan proses pengiriman berbarengan dengan device lain.
  • Langkah 3 : setelah waktu tunggu selesai, device melakukan pemantauan (listen) lagi apakah ada traffik pada medium atau tidak. Jika tidak, maka device akan mengirimkan framenya.
  • Langkah 4 : Setelah frame terkirim, device akan menunggu ACK.
  • Langkah 5 : Jika tidak ada ACK yang diterima, maka device akan mengirim ulang frame dengan langkah-langkah seperti diatas.

Membangun WLAN

Meskipun sektor keamanan sangat penting, tapi untuk pemasangan WLAN baru sebaiknya lebih terfokus pada membuat WLAN beroperasi dengan normal terlebih dahulu. Segera setelah salah satu device klien bisa tersambung dengan AP, kita bisa melakukan konfigurasi untuk sekuritinya.

Wireless LAN Implementation Checklist

  • Langkah 1 : Pastikan adanya jaringan kabel yang beroperasi aktif, termasuk layanan DHCP, VLAN, dan koneksi internet.
  • Langkah 2 : Install dan konfigur Access Point (AP) dan verifikasi koneksinya dengan jaringan kabel, termasuk IP address, mask, dan default gateway.
  • Langkah 3 : Konfigur dan verifikasi setting-an wireless dari AP, termasuk Service Set Identifier (SSID), tanpa konfigurasi sekuriti.
  • Langkah 4 : install dan konfigur 1 klient (misal laptop) untuk testing, juga tanpa konfigurasi sekuriti.
  • Langkah 5 : verifikasi WLAN berfungsi dari laptop.
  • Langkah 6 : konfigur sekuriti wireless pada AP dan klient.
  • Langkah 7 : verifikasi ulang apakah WLAN masih beroperasi normal setelah ditambahkan fitur sekuriti

Referensi sumber :

http://teknik-informatika.com/sejarah-jaringan-komputer/
http://fadel05.tripod.com/network/jaringan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_lokal_nirkabel
http://pekoktenan.wordpress.com/2009/03/25/konsep-wireless-lan/

TUGAS MATA KULIAH : PENG. TEK. MEDIA dan NEW MEDIA

NPM : 52409037

Nama : Muhammad Edwin Hermawan

Kelas : 2IA20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s