Security Banking

Komputer merupakan temuan yang sangat spektakuler bagi segala bidang kehidupan. Semua lini memanfaatkan kecanggihan alat ini. Sampai saat ini kecanggihan tersebut berkembang dengan menggunakan jaringan yang memungkinkan user 1 dan yang lainnya terhubng tanpa batas waktu dan jarak ke seluruh dunia. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan karena kita dapat bekerja dimanapun kita berada.

Akan tetapi berangkat dari begitu mudahnya pengaksesan jaringan ini, maka kita perlu sebuah keamanan jaringan untuk menyaring dan menentukan user-user yang boleh dan bias masuk dalam jaringan kita. Sehingga data-data serta semua informasi penting yang ada dalam jaringan kita tetap terjaga kerahasiaannya.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita sebagai mahasiswa TKJ untuk menelusuri lebih dalam tentang segala aspek yang mungkin kita manfaatkan untuk meningkatkan kemanan jaringan tersebut diatas. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan berbagai software-software yang ada dipasaran, yang memang diseting untuk system keamanan jaringan. Beberapa software yang bersangkutan dengan system keamanan jaringan antara lain:

* Everest Corporate

* Monitor Magic

* Soft Perfect Personal Firewall

Software-software diatas adalah beberapa software yang dapat kita gunakan dalam system jaringan komputer.

Everest Corporate

Lavaliys EVEREST Corporate Edition menemukan suatu standar baru dalam manajemen jaringan dideklarasikan dengan menyediakan cakupan solusi yang penuh untuk administrator dan helpdesk staff. Corak yang di-set meliputi keamanan yang siaga dan laporan customized yang mencakup informasi perangkat keras, perangkat lunak dan informasi keamanan sistem operasi, diagnostik, audit jaringan, perubahana manajemen dan monitoring Jaringan. Everest adalah suatu aplikasi yang sangat dibutuhkan/harus ada untuk semua lingkungan jaringan bisnis yang menggunakan teknologi terakhir untuk menurunkan biaya operasioanl IT dan biaya-biaya lainnya.

Feature

Lavalys Everest didisain untuk dijalankan pada sistem operasi Michrosoft Windows 32 dan 64 bit dan sangat mendukung untuk Microsoft Windows 95, 98, Me, NT 4.0 SP6, 2000, XP, 2003 and Vista. Everest memilikii kebutuhan sumber daya sistem yang luarbiasa rendah (minimum 486 processor dengan 32 MB RAM).

 

Feature umum

* Informasi Perangkat keras low-level: 43 halaman

* Informasi perangkat lunak dan Sistem operasi: 46 halaman

* Informasi keamanan jaringan 6 halaman

* Informasi Directx yang mencakup Direct3D Corak Akselerasi

* Modul diagnostik yang menyederhanakan troubleshooting

 

Featre Khusus

* Sebagai pendeteksi segala perubahan yang terjadi pada seluruh software dan hardware pada jaringan perusahan

* Mengingatkan administrator jaringan pada kondisi jaringan yang kritis atau perubahan sistem status.

* Uptime Dan Downtime Statistik dengan kesalahan kritis konter

* Monitor Diagnostics untuk memeriksa kemampuan tampilan CRT dan LCD

* System Stability Test dengan monitoring yang berkenaan dengan panas untuk menekan CPU, FPU, memori dan disk

* Smart Battery Information.

* Informasi ACPI BIOS, IPMI System Event log, IPMI Sensor

Web link: IT Portal, perangkat lunak dan driver download

Link Pabrikan: Informasi Produk, driver dan BIOS download

Informasi Database Perangkat keras lebih 61000 alat

Pemakai secara penuh dilokalisir dengan 35+ bahasa

Tidak memerlukan prosedur penginstalasian.

 

Feature Audit Jaringan

Pilihan Command-Line untuk memberikan laporan otomatis

TXT, HTML, MHTML, XML, CSV, MIF, INI melaporkan format file dengan Konvertor Laporan

menyampaikan Lporan via e-mail, FTP server upload, automatic compression

Audit manager dengan daftar audit dan statistik audit+ diagram

Custom Variables:Pencatatan Audit Dan Variabel Lingkungan

Audit Perangkat lunak: 3 metoda berbeda untuk membaca file sekilas

 

Koneksi Database

Borland Interbase, Firebird, Akses MS , MS SQL Server, Mysql, Oracle, Postgresql, Sybase Pen;Dukungan Database

Special optimizations untuk MS (MICROSOFT) SQL Server, Mysql

Database Manager mengirim/ menerima laporan file untuk EVEREST SQL databases

 

Feature Remote

Menjamin keamanan koneksi dengan IP Network

Perkembangan Remot Monitor memonitor status system, Network Traffic (lalu lintas jaringan), SMART disk health (kesehatan disk dan status anti-virus database

Remot Proses monitoring dan manajemen

Memberikan laporan dengan perpindahan laporan langsung

Pelaporan remote otomatis via command-line

Pengendalian Jarak Grafis dengan perpindahan file

Jamin/Mengamankan koneksi remote di dalam suatu IP jaringan

Bank merupakan sebuah entitas bisnis yang paling penting dibicarakan bila membahas teknologi informasi (TI). Proses bisnis yang masif, ketat, dan memiliki kompleksitas tinggi dalam bank serta manajemennya yang rigid tak dipungkiri butuh bantuan TI tingkat tinggi. Tanpa bantuan TI sangat tidak mungkin bank berkembang seperti sekarang ini.
Anthony Zboralski adalah information Security Consultan dari PT Bellua Asia Pacific
By Widia Yurnalis.
Eksistensi TI tidak cuma memberikan manfaat besar tapi juga risiko yang menganga lebar. Keseragaman kanal komunikasi data secara global berbasis komputer, adalah buah simalakama karena tak pelak sistem sebuah bank bersentuhan dengan sistem publik.
Pada zaman Wild West, merampok bank biasa dilakukan dengan senjata api dan kenekatan. Saat ini orang hanya perlu sebuah komputer dan koneksi Internet, tak peduli operatornya tahu berapa banyak peluru dalam pistol jenis Colt serta risiko nyawa melayang ditembus peluru sang Marshall. Selain itu, uang hasil rampokan pun tak perlu ia gendong dan menjauh dari kota secepat mungkin karena yang ia curi adalah informasi yang melegalkan penguasaan sejumlah uang.
Isu security data bank tetap menempati posisi utama dalam diskursus keamanan komputer. Citra sebagai gudang uang terlalu melekat di benak publik terlebih di kepala para kriminal. Teknik kejahatan pun selalu mengikuti evolusi peradaban. Jadi jangan berpikir Anda lebih pintar daripada penjahat. Mengenai security system, berikut penuturan Anthony Zboralski, Information Security Consultant dari PT Bellua Asia Pacific.
Apakah Trusted Computing sedikit licin terhadap Hacker?
Trusted computing menjadi salah satu isu teknologi paling mutakhir saat ini. Ketika perangkat trusted computing ingin digunakan secara baik, secara matematis user harus yakin bahwa hal itu tidak akan disalahgunakan. Banyak jalan yang dapat ditempuh untuk membuat data yang dimiliki terasa aman. Begitu juga dalam dunia perbankan. Di dunia perbankan, untuk meningkatkan security, bank harus mengetahui apakah insfrastruktur yang dimilikinya itu aman (dari segi physical security, system security, dan network security).
Sampai sejauh mana pentingnya security dalam sebuah perusahaan?
Secara praktis, security dalam online banking system berkaitan dengan skema fungsi bisnis. Sebelum membuat semua data aman, hal yang harus dilakukan sebuah bank adalah mengetahui dengan pasti apa yang harus diamankan. Memang, hal yang faktual adalah sangat tidak mungkin membuat data yang dimiliki aman 100 %. Dalam sebuah bank, mungkin saja sudah terdapat security system yang baik, tapi tidak tertutup kemungkinan ada bagian lain yang terancam.
Selain itu, hal penting yang harus diingat tentang security, yakni bank harus melihat secara luas apa yang para penyerang (hacker) lakukan untuk menghancurkan sistem. Jika bank tidak mengetahui bagaimana sistem yang mereka bangun itu diserang, akan sangat sulit untuk mengetahui bagaimana menangkis serangan para hacker.
Bagaimana dengan peran infrastruktur yang baik?
Sebagian besar masalah yang dihadapi bank adalah kadang bank melakukan berbagai hal hanya untuk mendapatkan keuntungan. Dengan menggunakan jaringan yang tertutup, sering kali pihak bank merasa bahwa masalah security tidak perlu dikhawatirkan. Padahal, dengan kemajuan internet saat ini, bank harus meningkatkan sumber daya, pengetahuan, dan juga security system mereka. Kadang kala, sering ditemui, security management infrastructure tidak mereka miliki.
Solusinya, bank harus memulai dengan meng-upgrade SDM mereka agar mengerti konsep security dan terlibat sejak awal mengenai security system bank tersebut. Dengan demikian, faktor manusia memang menjadi kunci dalam security system dalam suatu perusahaan. Orang-orang yang berkaitan dengan security tidak hanya bertugas untuk menjalankan tugas dan mengantisipasi masalah yang dilakukan orang lain, tapi orang tersebut juga harus terlibat dalam security system sebuah perusahaan sejak awal. Satu hal yang patut diingat, dalam security, seseorang tidak bisa mengatakan kapan waktu yang tepat untuk menyerang sebuah sistem atau kapan suatu sistem itu diserang. Saat bank menggunakan sebuah security product, akan sangat mungkin terjadi kerusakan. Apalagi, dengan “kecanggihan” taktik para hacker, bisa dikatakan bahwa setiap sistem yang digunakan sudah tidak reliable lagi.
Jadi, sebaiknya bagaimana meningkatkan keamanan Jaringan Komputer Bank?
Serangan dari pihak luar terhadap bank-bank yang beroperasi, pasti akan selalu ada. Apalagi, uang menjadi kebutuhan vital. Tak heran jika bank menjadi incaran untuk “meraup” uang dalam jumlah besar. Bisa dibayangkan, ketika tindak kriminal lewat bank makin meningkat, banyak pihak yang dilibatkan, termasuk orang dalam bank tersebut. Misalnya saja, sebuah bank yang memiliki automatic changing machine, akan terjadi kemungkinan seseorang meng-hack data yang digunakan oleh bank tersebut dengan menggunakan “orang dalam”. Hasilnya, uang pun bisa didapatkan dengan mudah. Di situlah letak tidak adanya keamanan 100 persen itu.
Setiap industri sangat bergantung pada fungsi bisnis yang akan diraih. Dengan demikian, serangan yang dilancarkan para hacker pun makin variatif. Hal yang harus diingat dalam dunia perbankan, jangan mengambil apa pun hanya untuk mendapatkan keuntungan. Lambat laun, security itu akan gagal. Sepantasnya, bank yang memiliki sistem keamanan yang bagus harus bisa merencanakan apa yang harus dilakukan sebelum sistem keamanan tersebut itu gagal bekerja. Itu kuncinya.

Security Banking

Bank merupakan sebuah entitas bisnis yang paling penting dibicarakan bila membahas teknologi informasi (TI). Proses bisnis yang masif, ketat, dan memiliki kompleksitas tinggi dalam bank serta manajemennya yang rigid tak dipungkiri butuh bantuan TI tingkat tinggi. Tanpa bantuan TI sangat tidak mungkin bank berkembang seperti sekarang ini.
Anthony Zboralski adalah information Security Consultan dari PT Bellua Asia Pacific
By Widia Yurnalis
Eksistensi TI tidak cuma memberikan manfaat besar tapi juga risiko yang menganga lebar. Keseragaman kanal komunikasi data secara global berbasis komputer, adalah buah simalakama karena tak pelak sistem sebuah bank bersentuhan dengan sistem publik.
Pada zaman Wild West, merampok bank biasa dilakukan dengan senjata api dan kenekatan. Saat ini orang hanya perlu sebuah komputer dan koneksi Internet, tak peduli operatornya tahu berapa banyak peluru dalam pistol jenis Colt serta risiko nyawa melayang ditembus peluru sang Marshall. Selain itu, uang hasil rampokan pun tak perlu ia gendong dan menjauh dari kota secepat mungkin karena yang ia curi adalah informasi yang melegalkan penguasaan sejumlah uang.
Isu security data bank tetap menempati posisi utama dalam diskursus keamanan komputer. Citra sebagai gudang uang terlalu melekat di benak publik terlebih di kepala para kriminal. Teknik kejahatan pun selalu mengikuti evolusi peradaban. Jadi jangan berpikir Anda lebih pintar daripada penjahat. Mengenai security system, berikut penuturan Anthony Zboralski, Information Security Consultant dari PT Bellua Asia Pacific.
Apakah Trusted Computing sedikit licin terhadap Hacker? Trusted computing menjadi salah satu isu teknologi paling mutakhir saat ini. Ketika perangkat trusted computing ingin digunakan secara baik, secara matematis user harus yakin bahwa hal itu tidak akan disalahgunakan. Banyak jalan yang dapat ditempuh untuk membuat data yang dimiliki terasa aman. Begitu juga dalam dunia perbankan. Di dunia perbankan, untuk meningkatkan security, bank harus mengetahui apakah insfrastruktur yang dimilikinya itu aman (dari segi physical security, system security, dan network security).
Sampai sejauh mana pentingnya security dalam sebuah perusahaan? Secara praktis, security dalam online banking system berkaitan dengan skema fungsi bisnis. Sebelum membuat semua data aman, hal yang harus dilakukan sebuah bank adalah mengetahui dengan pasti apa yang harus diamankan. Memang, hal yang faktual adalah sangat tidak mungkin membuat data yang dimiliki aman 100 %. Dalam sebuah bank, mungkin saja sudah terdapat security system yang baik, tapi tidak tertutup kemungkinan ada bagian lain yang terancam. Selain itu, hal penting yang harus diingat tentang security, yakni bank harus melihat secara luas apa yang para penyerang (hacker) lakukan untuk menghancurkan sistem. Jika bank tidak mengetahui bagaimana sistem yang mereka bangun itu diserang, akan sangat sulit untuk mengetahui bagaimana menangkis serangan para hacker.
Bagaimana dengan peran infrastruktur yang baik? Sebagian besar masalah yang dihadapi bank adalah kadang bank melakukan berbagai hal hanya untuk mendapatkan keuntungan. Dengan menggunakan jaringan yang tertutup, sering kali pihak bank merasa bahwa masalah security tidak perlu dikhawatirkan. Padahal, dengan kemajuan internet saat ini, bank harus meningkatkan sumber daya, pengetahuan, dan juga security system mereka. Kadang kala, sering ditemui, security management infrastructure tidak mereka miliki. Solusinya, bank harus memulai dengan meng-upgrade SDM mereka agar mengerti konsep security dan terlibat sejak awal mengenai security system bank tersebut. Dengan demikian, faktor manusia memang menjadi kunci dalam security system dalam suatu perusahaan. Orang-orang yang berkaitan dengan security tidak hanya bertugas untuk menjalankan tugas dan mengantisipasi masalah yang dilakukan orang lain, tapi orang tersebut juga harus terlibat dalam security system sebuah perusahaan sejak awal. Satu hal yang patut diingat, dalam security, seseorang tidak bisa mengatakan kapan waktu yang tepat untuk menyerang sebuah sistem atau kapan suatu sistem itu diserang. Saat bank menggunakan sebuah security product, akan sangat mungkin terjadi kerusakan. Apalagi, dengan “kecanggihan” taktik para hacker, bisa dikatakan bahwa setiap sistem yang digunakan sudah tidak reliable lagi.
Jadi, sebaiknya bagaimana meningkatkan keamanan Jaringan Komputer Bank? Serangan dari pihak luar terhadap bank-bank yang beroperasi, pasti akan selalu ada. Apalagi, uang menjadi kebutuhan vital. Tak heran jika bank menjadi incaran untuk “meraup” uang dalam jumlah besar. Bisa dibayangkan, ketika tindak kriminal lewat bank makin meningkat, banyak pihak yang dilibatkan, termasuk orang dalam bank tersebut. Misalnya saja, sebuah bank yang memiliki automatic changing machine, akan terjadi kemungkinan seseorang meng-hack data yang digunakan oleh bank tersebut dengan menggunakan “orang dalam”. Hasilnya, uang pun bisa didapatkan dengan mudah. Di situlah letak tidak adanya keamanan 100 persen itu. Setiap industri sangat bergantung pada fungsi bisnis yang akan diraih. Dengan demikian, serangan yang dilancarkan para hacker pun makin variatif. Hal yang harus diingat dalam dunia perbankan, jangan mengambil apa pun hanya untuk mendapatkan keuntungan. Lambat laun, security itu akan gagal. Sepantasnya, bank yang memiliki sistem keamanan yang bagus harus bisa merencanakan apa yang harus dilakukan sebelum sistem keamanan tersebut itu gagal bekerja.

Sumber :

http://retiasa.wordpress.com/2008/04/01/sistem-keamanan-jaringan-komputer/

http://ekopurnomo1990.blogspot.com/2010/03/security-banking.html

Nama : Muhammad Edwin Hermawan

Kelas : 2IA20

Tugas : Pengantar Web Science

 

2 responses to “Security Banking

  1. Saya belajar bahawa duit bukan segalanya. Duit tidak akan sekali-kali mampu membeli kebahagiaan. Memang hidup kita memerlukan duit tapi kita tidak akan pernah bawa duit tu sampai ke kubur kita. Begitu juga dengan pangkat & harta lain. Yang kita bawa hanyalah amalan-amalan & ilmu-ilmu yang kita manfaatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s